Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko

Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko

Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko

Piala Dunia 2022 memunculkan banyak kejutan yang luar biasa, salah satunya adalah Maroko sang kuda hitam. Selama pagelaran piala dunia ini, Maroko menjadi pusat perhatian banyak orang. Sebab, mereka secara mengejutkan dapat menembus semifinal Piala Dunia 2022.

Kejutan Maroko sebenarnya sudah dimulai ketika babak fase grup. Maroko yang tidak diunggulkan justru mampu menjadi juara grup diantara negara macam Kroasia, Belgia dan Kanada.

Di babak gugur Maroko justru semakin menarik perhatian setelah mengalahkan Spanyol di babak 16 besar dan Portugal di perempat final. Dengan hasil itu membuat Maroko menjadi negara asal Afrika pertama yang mampu melaju hingga babak semifinal Piala Dunia sepanjang sejarah.

Walaupun pada akhirnya mereka harus kalah dari Prancis di semifinal, namun hal tersebut sudah bisa menjadi kebanggaan sendiri bagi para warga benua Afrika terkhusus Maroko.

Kesuksesan Maroko yang dipetik sekarang ini sebenarnya merupakan benih dari apa yang sudah mereka tanam beberapa tahun silam dengan membangun sebuah akademi sepakbola terpadu di Maroko sana bernama Academie Mohammed VI de Football.

Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko
Academie Mohammed VI de Football | Sumber: Lematin.ma

Prakarsa Raja Maroko

Penurunan prestasi Maroko di tingkat internasional maupun klub yang mendasari terbentuknya akademi ini. Semua bermula ketika Maroko tidak lolos untuk mengikuti Piala Dunia 2002 dan 2006 serta tidak berprestasinya tim nasional Maroko di Piala Afrika menjadi pukulan yang telak bagi mereka.

Prihatin dengan hal tersebut, raja Maroko saat itu Raja Mohammed VI ingin mendirikan sebuah akademi sepakbola bagi Maroko. Maka dari itu pada tahun 2009 muncullah sebuah gagasan Academie Mohammed VI de Football atau disingkat AMF. Proyek tersebut menghabiskan dana 140 juta dirham atau 13 juta euro tanpa dengan bantuan pemerintah, dalam hal ini, sang Raja mendanai secara penuh.

Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko
Raja Maroko, Mohammed VI | Sumber: Al Arabiya

Kompleks olahraga  ini dibangun diatas lahan seluar 18 hektar yang berbasis di Salé, dekat dengan ibu kota Rabat. Komplek ini memiliki 8 lapangan standar FIFA berserta satu lapangan indoor yang bisa diatur suhunya.

Selain itu, kompleks ini juga terdapat empat hotel berbintang 5 dan pusat kesehatan terpadu seluas 5000 m2 yang dibagi di tiga lantai. Ada juga ruang fitness 960 m2, amfiteater, ruang rekreasi serta ruang makan yang mewah. Dalam pembangunannya, kompleks ini menggunakan energi tenaga surya, mengkaji dampak lingkungan yang ada.

Akademi ini memiliki visi untuk mencari talenta muda berbakat di seluruh Maroko, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang tertinggal guna dapat mengembangkan daerah tersebut. Mereka juga menerapkan dan menemukan kurikulum pembelajaran olahraga.

Selain itu, mereka juga mengembangkan fasilitas sepakbola nasional, terbukti dengan fasilitas yang ada di akademi ini tidak main-main. Terakhir, mereka memupuk banyak anak-anak berbakat disini dipersiapkan untuk menjadi pemain profesional setelah mereka lulus dari akademi ini.

Akademi ini tidak didirikan hanya untuk proyek jangka pendek saja, melainkan untuk mempersiapkan generasi terbaru dari Maroko ini. Maka tidak heran jika akademi ini merupakan impian dari para anak-anak yang suka bermain bola di Maroko.

Panen Hasil

Pepatah mengatakan bawah barang siapa menanam maka akan mengetam. Begitulah Maroko, beberapa tahun setelah didirikannya akademi tersebut mulailah muncul para bibit-bibit pemain yang sekarang sudah menjadi pemain andalan The Atlas Lions.

Setidaknya ada empat nama lulusan akademi ini di 26 nama yang dibawa Walid Regragui ke Qatar. Reda Tagnaouti (kiper), Nayef Aguerd (bek) Azzedine Ounahi (gelandang) dan Youssef En-Nesyri (Striker) merupakan nama yang berasal dari didikan akademi ini.

Nama terakhir mencuat ketika berhasil mencetak satu-satu gol dalam pertandingan perempat final melawan Portugal. En-Nesyri sekarang merupakan pemain Sevilla di LaLiga Spanyol sejak 2020. Dia merupakan pemain lulusan AMF yang masuk akademi tersebut sejak berusia 12 tahun.

Ada juga pemain yang sekarang bermain di Premier League Inggris bersama West Ham yaitu Aguerd. Ia didatangkan dari Rennes pada bursa transfer musim panas kemarin 2022. Sedangkan Ounahi merupakan pemain Angers SCO di Ligue 1 Prancis dan Tagnaouti merupakan kiper dari tim lokal Wydad Casablanca.

Selain prestasi di piala dunia, akademi ini juga turut membantu dalam kesuksesan tim nasional di African Nations Championship ketika menjadi juara pada tahun 2018. Selain itu, dari sisi klub lokal ada Wydad Casablanca dan Raja Casablanca.

Wydad memenangkan Liga Champions CAF pada tahun 2017 dan 2022, Piala Super CAF pada tahun 2018 dan Raja memenangkan Piala Konfederasi Afrika pada tahun 2018 dan 2021 dan Piala Super CAF pada tahun 2019.

Mengenal Academie Mohammed VI de Football Milik Maroko
Sumber: FIFA

***

Kesuksesan Maroko memanglah bukan kesengajaan belaka, namun berkat kegigihan dari pemerintahan Maroko yang dengan serius mengurusi dan membangun sebuah akademi sepakbola untuk tetap mempertahankan kualitas pemain-pemain Maroko, khususnya untuk kancah internasional.

Walaupun Maroko juga dipenuhi dengan para pemain keturunan dari berbagai negara, tapi mereka juga tak luput akan pengembangan pemain muda asli Maroko. Tidak seperti di sebuah negara sana yang hanya mengandalkan proses instan tanpa mau mengorbankan sedikit waktu untuk mempercayai proses.

Sebab menghargai proses memanglah susah, itu membutuhkan waktu yang lama. Namun percayalah, apa yang ditanam sekarang pastinya akan dipetik hasilnya dikemudian hari, cepat atau lambat. Yakinlah, proses itu penting.

Tabik!


Posted

in

,

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *