Prancis dan Tragedi Piala Dunia 2010

Prancis dan Tragedi Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menjadi salah satu piala dunia yang sangat berkesan dan menarik bagi para penggemar sepakbola di seluruh dunia. Mulai dari lagu resmi mereka yang berjudul Waka Waka, trompet Vuvuzela, bola Jabulani, Paul si Gurita hingga segala keseruan tiap laga saat itu, termasuk selebrasi gol pertama dari Tsabalala.

Namun, bagi negara tertentu Piala Dunia 2010 menjadi salah satu turnamen yang sangat ingin mereka lupakan. Salah satunya adalah Italia dan Prancis yang statusnya kedua negara tersebut merupakan finalis pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

Read More

Italia saat itu memang sedang terpuruk. Bagaimana tidak, sang juara bertahan piala dunia tidak sanggup untuk sekedar lolos ke fase grup. Italia harus puas duduk didasar klasemen setelah hanya mampu mengemas 2 poin dari 3 pertandingan. Seri melawan Paraguay dan Selandia Baru serta kalah melawan Slowakia.

Hal itu membuat tim asuhan Marcello Lippi tersingkir secara cepat dan mengejutkan. Kejadian serupa juga kemudian menimpa para juara bertahan selanjutnya, Spanyol di 2014 dan Jerman di 2018 yang mana setelah menjuarai di edisi sebelumnya malah tersingkir di fase grup pada edisi selanjutnya.

Berbeda hal dengan Italia, Prancis pada Piala Dunia 2010 banyak mendapatkan masalah yang terjadi, bahkan bisa dianggap sebagai tragedi dan skandal terburuk Prancis selama mereka berkompetisi di Piala Dunia.

Pelatih Aneh Domenech

Pada saat itu, Prancis di pimpin oleh pelatih kepala bernama Raymond Domenech. Ia ditunjuk menjadi pelatih pada pertengahan tahun 2004 hingga Piala Dunia 2010. Ia memang terkenal dengan segala kontroversialnya. Kerap kali ia membuat drama dan sensasi beserta gimmick yang memang disengaja.

Ada satu hal aneh yang Domenech lakukan ketika ia melatih Prancis. Ia konon lebih mempercayai zodiak dan tahun kelahiran dari pada mementingkan taktik ataupun status dan kondisi pemain saat ia melakukan seleksi dan menentukan skuat yang ia bawa. Sungguh aneh bukan?

Prancis dan Tragedi Piala Dunia 2010
Sumber: These Football Times

Memang ini terdengar seperti takhayul dan mistik, namun Domenech memang belajar astrologi. Kepada The Guardian ia mengatakan: “Saya orang yang sangat ingin tahu. Saya selalu tertarik pada apa pun yang dapat membantu memahami cara kerja manusia. Saya mempelajari semua teknik komunikasi, analisis transaksional dan sebagainya. Saya juga belajar astrologi dan grafologi.”

“Tapi astrologi memiliki sisi mistis dan begitu saya menyebutkannya, orang-orang mulai berpikir saya mengenakan topi penyihir di kepala saya dan menatap bola kristal. Astrologi memiliki nilai dalam mencari tahu tentang karakter orang. Bukan dalam meramal masa depan atau semacamnya, tapi dalam menyusun profil orang.” Lanjutnya.

Hal itu yang kemudian mendasari Domenech enggan memanggil pemain yang memiliki zodiak Scorpio. Ia juga tidak ingin barisan pertahanannya diisi oleh pemain yang berzodiak Leo.

Akibatnya, pemain Prancis yang sedang naik daun saat itu tidak dapat kesempatan bermain untuk les blues. Korbannya ada Ludovic Giuly, Robert Pires, hingga Philippe Mexes.

Skuat Yang Tidak Harmonis

Prancis datang ke Afrika Selatan tidak dengan jalan yang lancar, mereka harus melewati jalan terjal untuk lolos ke piala dunia melalui jalur play-off melawan Irlandia. Namun, gol mereka saat itu mengundang kontroversi. Thiery Henry diduga melakukan handball sebelum kemudian ia mencetak asis.

Terlepas dari kontroversial tersebut, performa Prancis memang mengecewakan sejak dalam fase grup kualifikasi. Selain itu, Domenech juga sudah tidak mendapatkan kepercayaan pemainnya sendiri apalagi para warga Prancis sendiri.

Dalam film dokumenter Anelka: Missunderstood yang diproduksi Netflix juga menyebutkan bahwa dua bulan sebelum keberangkatannya ke Afrika Selatan, Domenech bertemu dengan Anelka dan berjanji akan menjadikannya sebagai pemain utama.

Anelka punya firasat yang buruk untuk Prancis dan Domenech. Sebab, ketika pertandingan uji coba para pemain seperti tidak mempunyai chemistry satu sama lain. Ia juga tidak yakin Prancis akan melaju jauh, sebab ada yang tidak beres dengan tim ini. Ada ketidakcocokan antara pemain dengan strategi taktik Domenech yang digunakan saat itu.

Prancis dan Tragedi Piala Dunia 2010
Anelka dan Domenech di Piala Dunia 2022 | Sumber: The Mirror

Firasat buruk Anelka benar. Prancis dalam dua pertandingan pertama fase grup hanya mendapatkan satu poin dari hasil imbang atas Uruguay. Pada pertandingan kedua mulai tercium ketidakharmonisan.

Saat melawan Meksiko, pada jeda babak pertama yang berakhir 0-0 tersebut Anelka sempat terlibat cekcok dan memaki kasar Domenech karena strategi yang digunakan tidak tepat dan salah. Hasilnya Anelka ditarik keluar dan digantikan Gignac saat itu. Diakhir pertandingan, Prancis kalah 2-0 atas Meksiko.

Masalah tersebut kemudian semakin besar. Walaupun Anelka saat itu sudah meminta maaf, namun Domenech masih tidak terima, ia menyuruh Anelka untuk meminta maaf secara terbuka di depan publik. Anelka menolak, sebab itu merupakan masalah internal yang seharusnya tidak harus keluar publik.

Akibatnya Domenech melaporkan hal tersebut ke federasi Prancis dan mereka mengeluarkan Anelka dari skuat Piala Dunia 2010 yang menyisakan satu laga lagi di fase grup.

Masalah Yang Runyam

Ternyata masalah dikeluarkannya Anelka dari skuat menimbulkan gejolak yang lebih besar lagi. Para pemain yang dipimpin Patrice Evra selaku kapten menyebut tindakan federasi terlalu semena-mena.

Evra juga sempat terlibat adu mulut dengan Domenech serta para asisten lainnya saat latihan. Masalah semakin runyam ketika para pemain melakukan mogok latihan dan menuliskan surat yang ditujukan kepada Domenech. Anehnya Domenech, ia malah membacakan surat tersebut di hadapan para awak media.

Prancis dan Tragedi Piala Dunia 2010
Domenech membaca surat dari para pemainnya setelah mereka menolak untuk berlatih di Piala Dunia 2010 karena pengusiran Nicolas Anelka | Sumber: The Guardian

Akibatnya, pada pemain mendapatkan cemoohan dari media di Prancis. Mereka bahkan menyebut para pemain sebagai tindakan yang memalukan dan mencoreng nama Prancis di kancah sepakbola dunia.

***

Setelah Piala Dunia 2010 selesai, Domenech akhirnya berhenti menjadi pelatih Prancis. Beberapa tahun kemudian, Prancis mulai bangkit kembali. Hasilnya mereka dapat menjadi juara pada Piala Dunia 2018 di Russia bersama Didier Deschamps.

Pada Piala Dunia 2022 ini, Les Blues setidaknya telah menghapus kutukan bahwa sang juara bertahan tidak dapat lolos dari fase grup pada edisi selanjutnya. Nyatanya, Prancis bahkan bisa melaju hingga perempat final, setidaknya untuk saat ini.

Tabik!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *