Treble Manchester United Musim 1998/1999 dan Berbahayanya Striker Mereka

Manchester United 1998/1999

Ayosport.com -Manchester United pernah sukses menjalankan strategi rotasi saat merengkuh treble winners 1998/1999. Alex Ferguson, pelatih Manchester United kala itu, sukses melakukan rotasi untuk 4 pemain depannya, yaitu Andrew Cole, Ole Gunnar Solskjaer, Teddy Sheringham, dan Dwight Yorke. Perpaduan dan perjalanan karier keempatnya unik selama di Manchester United. Mereka datang secara berurutan.

Cole datang di pertengahan musim 1995/1996 dari Newcastle United. Solskjaer tiba musim 1996/1997 dari Molde. Sheringham masuk musim 1997/1998 dari Tottenham Hotspur, dan Yorke yang terakhir bergabung pada 1998/1999 dari Aston Villa.

Read More

Peran keempatnya memang krusial untuk Manchester United musim tersebut. Termasuk di tiga partai penting sepanjang musim penentu treble winners, yaitu partai terakhir Liga Inggris yang menjadi penentuan gelar juara, final Piala FA, dan final Liga Champions.

Andrew Cole merupakan pencetak gol terbanyak kedua di Manchester United musim 1998/1999. Ia berperan di partai terakhir melawan Tottenham yang juga menjadi partai penentuan gelar Liga Inggris.

Masuk sebagai pemain pengganti, ia mencetak gol penentu yang mengunci gelar juara Liga Inggris untuk Manchester United. Cole juga tampil sebagai starter pada Piala FA melawan Newcastle United dan Liga Champions melawan Bayern Muenchen.

Pada awalnya kedatangan Yorke disebut akan menyingkirkan peran Cole. Akan tetapi Yorke-Cole mampu berduet dan menjadi salah satu duet mematikan saat itu.

Sementara hubungannya dengan Sheringham berlangsung aneh, keduanya dikabarkan hampir tak pernah saling bicara selama di Manchester United bahkan bertahun-tahun setelah keduanya pergi dan pensiun. Namun Cole dan Sheringham tetap mampu berduet saat dipasang bersamaan.

Awalnya Teddy Sheringham datang dengan status bintang dari klub sebelumnya. Namun performanya dianggap kurang maksimal. Hubungannya dengan Cole pun bisa disebut tidak baik. Kedatangan Yorke juga mengancam posisinya di klub.

Sheringham menjalani musim 198/1999 dengan banyak tidak bermain bahkan dari bangku cadangan sekali pun. Hal itu nampak dari catatan bermain dan jumlah golnya yang paling sedikit di antara keempat penyerang The Red Devils.

Namun ia tampil cemerlang di final Piala FA dan final Liga Champions dengan masing-masing 1 golnya pada kedua partai final tersebut, meski datang sebagai pemain pengganti.

Gol-gol Sheringham tersebut yang mengawali gelar juara untuk Manchester United di Piala FA dan Liga Champions. Ia juga tampil sebagai starter di partai terakhir Liga Inggris, kesempatan yang jarang didapat musim tersebut.

Solskjaer lebih sering mengawali pertandingan musim tersebut dari bangku cadangan. Pada partai terakhir Liga Inggris, ia berada di bangku cadangan namun tak sempat dimainkan.Solskjaer juga hanya menjadi pengganti saat final Piala FA. Akan tetapi peran besarnya nampak saat final Liga Champions melawan Bayern Muenchen.

Sebuah golnya memastikan treble winners untuk Manchester United. Lagi-lagi Solskjaer mengawali pertandingan dari bangku cadangan. Peran yang membuatnya lekat dengan julukan supersub.

Sebenarnya Solskjaer hampir terbuang saat Yorke datang. Namun Solskjaer memutuskan bertahan. Kemudian ia menjadi pemain terlama yang membela Manchester United di antara keempat penyerang tersebut.

Kedatangan Dwight Yorke menjadi ancaman bagi ketiga penyerang Manchester United yang sudah ada. Status pemain termahal Manchester United saat itu langsung terbayar dengan penampilan gemilang sepanjang musim.

Termasuk saat Yorke menjadi starter pada partai terakhir Liga Inggris, final Piala FA, dan final Liga Champions. Namun ia sama sekali tidak mencetak gol di ketiga partai tersebut.

Meski demikian, kontribusi besar Yorke ada pada catatan gol untuk Manchester United musim itu. Ia berperan sebagai mesin gol utama. Yorke bahkan mengakhiri musim dengan menjadi top skor, baik di Liga Inggris dengan 18 gol, Piala FA dengan 3 gol, dan Liga Champions dengan 8 gol.

Torehan itu sekaligus membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keseluruhan Manchester United di semua ajang yang diikuti.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.