Buah Kegigihan Olivier Giroud

Buah Kegigihan Olivier Giroud

Olivier Giroud resmi menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim nasional Prancis. Rekor ini ia ukir ketika mencetak gol kegawang Polandia dalam lanjutan pertandingan Piala Dunia 2022. Ia berhasil mengungguli torehan gol Thiery Henry dengan total 53 gol dari 118 pertandingan bersama Les Blues.

Namun, torehan tersebut sebenarnya cukup mengagetkan bagi sebagian orang, dan bahkan bagi dirinya sendiri. Sebab, karier Giroud tidaklah mulus dan lancar sejak dirinya masih muda. Ia bahkan baru bermain di level kompetisi tertinggi pada musim 2010-11 saat dirinya berusia 23 tahun dan baru debut bersama dengan Les Blues pada tahun yang sama juga.

Read More

Kehidupan Kecil Giroud

Giroud lahir di Chambery, Prancis Tenggara 36 tahun silam. Ia mulai menyukai sepakbola ketika dirinya berusia 6 tahun. Kakak Giroud-lah yang membuat dirinya menyukai sepakbola, Romain Giroud yang 10 tahun lebih tua darinya.

Namun, kakaknya pun yang membuat dirinya sempat merasa takut akan kegagalan dengan sepakbola jika digeluti sebagai profesi. Hal ini terjadi karena kakaknya pada saat itu memutuskan untuk berhenti menjadi pemain sepakbola.

Kakaknya sempat masuk ke akademi Auxerre dan bermain untuk kelompok usia 15 dan 17 tahun. Namun, dirinya memutuskan untuk berhenti menjadi pesepakbola bahkan sebelum menginjak level profesional. Setelah memutuskan untuk berhenti, Romain melanjutkan jenjang pendidikannya dan menjadi seorang nutrisionis.

Berkat banyak motivasi dan saran, Giroud kecil akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karier sepakbolanya. Klub pertama yang ia perkuat adalah Olympique Club de Froges, sebuah klub yang berasah dari desa kampung halamannya, Froges, dekat Grenoble.

Bersama dengan Olympique Club de Froges, ia menghabiskan waktu 6 tahun untuk menimba ilmu disana sebelum akhirnya pindah ke klub profesional Grenoble Foot 38 pada usia 13 tahun.

Buah Kegigihan Olivier Giroud
Giroud bersama tim profesional pertamanya, Grenoble Foot 38 | Sumber: francetvinfo

Karier Profesional

Setelah masuk ke akademi Grenoble, Giroud kemudian mendapatkan debut profesional pertamanya tahun 2006 saat dirinya berusia 19 yang bermain di kasta kedua Liga Prancis. Bersama Grenoble ia mencatatkan 26 penampilan dengan 2 gol seperti dilansir Transfermarkt.

Walaupun sempat dipinjamkan ke Istres semusim, ia kemudian dijual ke Tours FC. Bersama Tours, ia mencetak 38 gol dari 69 penampilan di semua kompetisi. Bersama dengan klub divisi kedua tersebut, Giroud juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak Ligue 2 dengan 21 gol pada musim terakhirnya, 2009-10.

Menjadi top skor kompetisi membuat nama Giroud sedikit bersinar. Hal ini terbukti ketika dia menerima pinangan Montpellier, salah satu tim di divisi teratas Prancis. Hanya butuh waktu dua musim bagi Giroud untuk mempersembahkan trofi Ligue 1 kepada Montpellier pada musim 2011-12 sekaligus menisbahkan dirinya menjadi pencetak gol terbanyak juga dengan 21 gol.

Buah Kegigihan Olivier Giroud
Giroud bersama Montpellier | Sumber: Eurosport

Hal tersebut memuat salah satu klub besar Inggris, yaitu Arsenal kepincut untuk memakai jasanya. Bersama dengan Arsenal 6 tahun sudah cukup bagi dirinya untuk mempersembahkan 3 trofi FA Cup dan 3 trofi Community Shield.

Selanjutnya, ia pindah ke seberang untuk memperkuat Chelsea dan menyumbangkan beberapa trofi seperti 1 FA Cup, 1 Eropa League dan 1 Champions League serta menjadi pencetak gol terbanyak Eropa League 2018-19 ketika dirinya menjadi juara juga.

Saat ini, Giroud bermain untuk raksasa Italia, AC Milan. Bersama dengan Milan, ia telah menyumbangkan Scudetto pada musim pertamanya. Selain itu, pemilik nomor 9 di Milan ini berhasil memutus kutukan nomor 9 Milan yang konon sang pemakai nomor 9 selepas kepergian Filippo Inzaghi bakalan flop. Nyatanya, ia berhasil menghapus kutukan tersebut dan sekarang menjadi idola baru publik San Siro di usianya yang sudah menginjak 36 tahun.

Karier Tim Nasional

Berkat penampilannya yang memukau bersama Montpellier, ia akhirnya mendapat panggilan untuk memperkuat tim nasional Prancis yang saat itu diarsiteki oleh Laurent Blanc. Akhirnya ia mendapatkan caps pertamanya pada tanggal cantik 11/11/11 melawan Amerika pada usia 25 tahun.

Buah Kegigihan Olivier Giroud
Seberasi Giroud usai mencetak 52 gol bagi Prancis | Sumber: FIFA

Sedangkan gol pertamanya datang ketika dia dipasang sejak menit pertama melawan Jerman pada pertandingan persahabatan. Dirinya mencetak satu gol untuk kemenangan Prancis 2-1 atas lawannya, Jerman.

Mungkin saat itu dirinya tidak pernah berpikir untuk menambah jumlah golnya bagi Les Blues. Namun, sekarang dirinya bahkan telah menjadi seorang yang bisa mengukir sejarah di Prancis dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis dengan 53 gol dari 118 penampilan. Dirinya melampaui seniornya, Henry dengan 51 gol dari 126 pertandingan.

Uniknya adalah gol yang disarangkan Giroud untuk menjadi pencetak gol terbanyak Prancis terjadi di turnamen terbesar dunia yakni, Piala Dunia 2022 di Qatar. Giroud masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya di Piala Dunia 2022 maupun bagi Prancis. Ia akan selalu siap dimainkan ketika pelatih dan tim membutuhkannya.

***

Giroud sekarang mungkin sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia memang tidak terlalu berbakat seperti Henry, tidak mengecap pertandingan internasional sejak usia dibawah 20 tahun seperti Mbappe. Namun, dengan keyakinan dan kerja kerasnya serta tidak pernah berhenti berjuang dan pantang menyerah, dirinya bisa menjadi orang yang sejajar dengan legenda seperti Reymond Kopa, Zinedine Zidane, Michel Platini, Thierry Henry.

Teruslah bermimpi dan yakin akan sebuah mimpi yang diimbangi dengan semua usaha yang keras, tak kenal lelah dan terus berjuang. Sebab, usaha tak akan menghianati hasil dan setiap usaha pasti akan sampai pada waktu yang tepat.

Tabik!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *