Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun

Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun

Sepakbola Jepang merupakan yang terbaik di Asia. Tak perlu diragukan lagi, dari mulai sumber daya, fasilitas hingga kompetisi yang ada di Jepang merupakan yang terbaik di Asia. Namun, jauh sebelum Jepang yang sekarang menjadi ujung tombak Asia di kancah dunia, Jepang membangun sepakbola dengan serius sejak lama.

Sejarah perkembangan Jepang memang tergolong cepat. Kalau dibandingkan dengan Indonesia, bisa dikatakan kita ketinggalan 100 tahun dari Jepang. Padahal, dulu Jepang sempat belajar ke Indonesia bagaimana mengelola sepakbola kala itu.

Read More

Namun sekarang sudah terbalik. Jepang yang sekarang harus menjadi contoh Indonesia bagaimana cara mengembangkan sepakbola. Sebagai contoh, bek kiri tim nasional Indonesia, Pratama Arhan sampai harus rela bermain di J-League2 di Jepang untuk bermain. Walaupun status Arhan di Indonesia sebagai pemain ini, di kasta kedua liga Jepang, ia merupakan pemain yang biasa saja.

Ini merupakan contoh kecil bagaimana Sepakbola Jepang sudah berkembang jauh seperti yang sekarang kita nikmati ini. Setidaknya, proses perkembangan sepakbola Jepang ini sudah berlangsung lama dan bertahap. Perkembangan ini dimulai pada tahun 1992 dengan sebuah cetak biru yang menarik.

Visi 100 Tahun

Jepang mempunyai cetak biru sepakbola yang disebut “100 Years Vision”. Visi ini disusun secara bertahap. Mulai dari awal tahun 1988 membentuk sebuah komite aksi untuk perkembangan sepakbola Jepang dan membahas pembentukan liga profesional.

Setahun berselang membentuk lagi badan penilaian klub untuk liga profesional. Jadi nantinya klub yang akan berlaga di kompetisi profesional ini merupakan klub yang benar-benar boleh bertanding disana. Bukan klub yang siap atau ingin berlaga bisa berlaga disana.

Sebab, gunanya komite penilaian ini untuk menjaga benar-benar bagaimana klub profesional dikelola dengan baik dan sifatnya tidak ‘siluman’. Pada tahun 1991, secara resmi liga profesional Jepang dibentuk dengan nama J-League pada November 1991 dengan total 10 klub sepakbola.

Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun
Sumber: These Football Times

Tahun 1992 menjadi tahun dimana sepakbola Jepang bangkit. Pada tahun itu, Jepang membentuk visi 100 tahun sepakbola Jepang. Visi tersebut berisikan bahwa Jepang menginginkan adanya 100 klub profesional pada tahun 2029.

Selain itu, pada 2029 juga Jepang menargetkan menjadi juara piala dunia. Sekarang, visi tersebut sudah berumur 30 tahun dan Jepang sekarang sudah menjadi raksasa di Asia namun belum untuk level dunia.

Hingga saat ini, piramida sepakbola Jepang sudah mencapai level 4 dengan tiga level profesional. Bahkan target 100 klub profesional pun sudah tercapai 58%.

Budaya Yang Mempengaruhi

Selain mempunyai visi sepakbola yang jelas, Jepang juga sangat terbantu oleh budaya dari negara itu sendiri. Sudah bukan rahasia umum jika Jepang adalah salah satu kiblat banyak orang di dunia terkait dengan budayanya.

Jepang ini memang mempunyai akar budaya yang sangat kuat. Walaupun dengan luas negara yang kecil, mereka mempunyai budaya yang membentuk identitas mereka sendiri, terkhusus ke sepakbola.

Salah satu budaya yang sangat kental di Jepang adalah shitsuke atau disiplin. Budaya ini sangatlah sulit ditiru oleh banyak orang, sebab harus mempunyai semangat dan konsistensi yang tinggi untuk melaksanakannya. Budaya inilah yang merupakan puncak dari keberhasilan orang di Jepang.

Selain itu, wara negara Jepang juga sudah tertanam dalam diri mereka untuk teratur, rendah diri dan mementingkan kepentingan kelompok timbang diri sendiri.

Dalam sepakbola, para pemain Jepang tentunya sangat gigih dan disiplin dalam berlatih. Mereka tentunya siap diadu dengan siapa pun. Bahkan, banyak pemain Jepang yang bermain di luar negeri untuk menimba ilmu lebih banyak lagi dengan bermodalkan disiplin dan kegigihan dalam berlatih dengan tentunya skill sepakbolanya.

Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun
Sumber: NDTV.com

Selain itu, dalam setiap selesai pertandingan tim nasional Jepang selalu menata rapi kembali ruang ganti mereka. Hal itu merupakan bentuk terima kasih kepada penyelenggara yang telah menyiapkan tempat untuk berganti. Suporter mereka juga demikian, mereka selalu membersihkan sampah yang ada di tribune tanpa melihat pertandingan apa yang mereka tonton.

Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun
Sumber: FIFA.com

Manga Yang Melegenda

Selain dari budaya, Jepang terkenal dengan manga-nya. Dalam sepakbola, ada manga yang sudah sangat melegenda di pecinta sepakbola seantero dunia, yaitu Captain Tsubasa. Manga ini dikarang oleh Yoichi Takahashi pada tahun 1981.

Captain Tsubasa bercerita tentang seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain sepakbola terbaik di dunia dan menjadikan Jepang sebagai juara di Piala Dunia. Manga ini mengisahkan bagaimana sepakbola ini menjadi teman bermain tanpa akhir waktu yang mana seorang bisa bersenang-senang dengan satu tim dan melawan musuhnya.

Sepakbola Jepang: Budaya, Manga dan Visi 100 tahun
Sumber: These Football Times

Kepopuleran manga ini berdampak pada perkembangan sepakbola Jepang saat itu. Sepakbola menjadi olahraga yang populer dikalangan anak-anak sekolah hingga rang dewasa.

Walaupun manga ini sangat dipenuhi adegan yang dramatis dan berlebihan seperti lompatan anti gravitasi, tendangan api, lemparan sangat jauh, mengobrol saat berduel, bola yang lentur sekali seperti balon hingga pertandingan yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Namun, berkat adanya Captain Tsubasa, hal ini terkoneksi langsung bagaimana saat itu banyak sekali anak laki-laki yang mendaftarkan dirinya di sekolah sepakbola selama periode 1981 hingga 1987. Hal ini pula yang mendorong terciptanya visi 100 tahun sepakbola Jepang.

Tabik!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *