Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada

Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada

Bagi generasi milenial sekarang mungkin asing dengan nama Yugoslavia. Nama tersebut beberapa tahun yang lampau merupakan nama yang ditakuti bahkan sangat disegani sebagai sebuah negara dengan penghasil talenta sepakbola terbaik di dunia.

Plavi atau pasukan biru, julukan mereka, mempunyai banyak para talenta hebat kala itu. Dragan Daji, Branko Zebec hingga Zvonimir Boban merupakan pemain bintang mereka. Selain diperkuat oleh talenta berbakat, Plavi juga memainkan sepakbola yang indah dan atraktif. Itulah yang membuat mereka mendapat julukan Brazil dari Eropa.

Read More

Namun, sekarang Yugoslavia sudah terpecah menjadi beberapa negara. Kroasia, Serbia, Montenegro, Slovenia, Bosnia-Herzegovina, dan Makedonia yang merupakan negara pecahan dari Yugoslavia juga mempunyai rekam jejak yang tidak buruk di kancah Eropa bahkan Dunia. Mereka seolah mewarisi bakat dari induk sepakbola mereka dahulu, yaitu Yugoslavia.

Masa Emas

Yugoslavia berdiri pada 1918 yang merupakan sebuah negara di tenggara benua Eropa. Mereka baru memainkan pertandingan internasional pertama mereka pada tahun 1920. Saat itu Plavi berhadapan dengan Chekoslovakia di Olimpiade Musim Panas Antwerpen. Saat itu mereka kalah besar 7-0.

Sepuluh tahun sejak pertandingan pertama mereka, tepatnya pada tahun 1930 Plavi mulai menunjukkan taringnya. Saat itu sedang berlangsung Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Uruguay. Saat itu mereka berhasil menembus ke semifinal turnamen tersebut, walaupun pada akhirnya harus takluk menghadapi Uruguay yang kemudian menjadi juara Piala Dunia 1930.

Perlahan tapi pasti, perjalanan sepakbola Yugoslavia mulai menjadi salah satu kekuatan baru sepakbola di dunia. Bahkan pada tahun 1960an dianggap sebagai masa kejayaan dari Plavi.

Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada
Sumber: thesefootballtimes

Pada tahun 1960, tepatnya pada gelaran Piala Eropa 1960, Plavi berhasil menjadi finalis dalam turnamen tersebut. Mereka harus menyerah dari Uni Soviet 2-1 yang juga merupakan negara yang sudah pecah. Padahal saat itu merupakan turnamen Eropa pertama mereka.

Dua tahun berselang, tepatnya pada Piala Dunia 1962, Plavi kembali dipecundangi oleh Chekoslovakia dengan skor 3-1 pada semifinal. Sayang, dalam perebutan tempat ketiga, mereka harus alah dari sang tuan rumah, Chili.

Sedangkan pada Piala Eropa 1968, Plavi kembali lagi masuk ke final melawan Italia. Mereka sempat menahan imbang Italia 1-1 pada pertandingan final. Namun, saat itu belum ada babak perpanjangan waktu dan penalti, sehingga pertandingan dilaksanakan ulang dua hari kemudian. Sayang seribu sayang, mereka harus takluk dari sang tuan rumah Italia dengan skor 2-0.

Akhir dari Perjalanan

Pada tahun 1992, yang mana saat itu menjadi tahun dilaksanakannya Piala Eropa 1992 Plavi yang seharusnya tampil dalam kejuaraan tersebut harus menguburkan mimpinya. Mereka didiskualifikasi dan kemudian digantikan oleh Denmark yang berada di peringkat kedua pada grup penyisihan.

Saat itu pada tahun 1992 sedang terjadi perang Balkan. Perang yang menyebabkan pecahnya Yugoslavia menjadi beberapa negara yang sesuai dengan karakteristik budaya, agama dan etnis mereka.

Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada
Sumber: FourFourTwo

Persatuan Bangsa-bangsa melarang keikutsertaan olahragawan asal Yugoslavia dalam kejuaraan internasional. Selain itu juga karena adanya perang maka situasi disana tidak terkendali dan sedang dalam kondisi yang buruk.

Pengganti mereka di Piala Eropa 1992, Denmark pada akhirnya mengejutkan semua orang. Sebab, mereka mampu menjadi juara dalam turnamen tersebut walau dengan persiapan yang sangat minim, 10 hari sebelum digelarnya Piala Eropa 1992.

Seandainya situasi di Yugoslavia tidak terjadi perang atau baik-baik saja, buak tidak mungkin Plavi akan menjadi juara pada turnamen tersebut. Bayangkan, saat itu Plavi di perkuat Dejan Savićević, Siniša Mihajlović, Davor Šuker hingga Zvonimir Boban. Selain itu, pada 1991 klub asal Yugoslavia, Red Star Belgadre berhasil menjuarai Piala Champions dan Piala Interkontinental.

Yugoslavia akhirnya secara resmi ‘hilang’ pada 2002. Saat ini mereka sudah terpecah menjadi negara seperti Serbia, Kroasia, Montenegro, Slovenia, Bosnia, Makedonia Utara, dan Kosovo.

Kiprah Eks Yugoslavia

Berbicara tentang negara tersukses bekas dari pecahan Yugoslavia tentu tertuju kepada Kroasia. Sebab Kroasia menjadi negara yang paling ‘berprestasi’ diantara negara lainnya macam Serbia, Montenegro, Slovenia, Bosnia, Makedonia Utara, dan Kosovo.

Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada
Sumber: YouTube FIFA

Kroasia secara mengejutkan berhasil menjadi runner-up pada Piala Dunia 2018 sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Prancis di babak final. Tentunya, pencapaian tersebut merupakan tuah dari leluhur mereka dahulu. Sebab Yugoslavia yang dulu merupakan negara yang sangat ditakuti di Eropa bahkan Dunia.

Maka dari itu, bukan mengejutkan lagi jikalau nanti ada negara bekas pecahan Yugoslavia yang bakal menggetarkan dunia macam Kroasia di Piala Dunia 2018. Sebab, mereka punya DNA yang berbakat dari para leluhur mereka di tanah Yugoslavia.

Jikalau kita berandai-andai Yugoslavia hingga sekarang masih ada dan bahkan bermain di Piala Dunia 2022 ini, maka ini merupakan susunan pemain terbaik Yugoslavia 2022 yang akan dibawa ke Qatar.

Membayangkan Tim Nasional Yugoslavia Masih Ada

Tabik!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *