Sepakbola Amerika dan Ambisi 2026

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang digdaya di dunia. Hampir segala faktor dapat mereka kuasai semuanya. Tapi, dalam bidang olahraga, sepakbola tidak menjadi idaman bagi para warga negara Amerika.

Dari sisi popularitas, sepakbola berada di urutan ke sekian setelah american football, basket dan rugbi. Banyak faktor kenapa sepakbola tidak begitu populer disana. Salah satu yang mempengaruhi adalah media.

Campur tangan media dalam olahraga disaat ini menjadi sangat penting. Sebab, media bisa mengangkat sebuah cerita biasa menjadi luar biasa agar bisa menjadi buah bibir orang-orang. Para awak media disana lebih suka meliput olahraga lain macam american football, basket maupun rugbi.

Selain itu, sepakbola tidak mempunyai kultur yang kuat disana. Sepakbola dianggap sebagai permainan yang membosankan dengan skor hasil pertandingan yang kecil. Sangat berbeda jauh dengan olahraga lainnya yang bisa mencapai skor 100 keatas seperti basket.

Namun sekarang, anggapan bawah sepakbola tidak bisa dicintai oleh masyarakat disana perlahan pudar seiring dengan berbagai macam usaha yang dilakukan. Terbaru ada serial televisi komedi drama berjudul Ted Lasso orisinal di Apple TV.

Serial ini bercerita tentang kisah seorang pelatih American Football bernama Ted Lasso yang kemudian ia menjadi pelatih sebuah klub sepakbola di Inggris, AFC Richmond. Serial ini sudah tayang sejak Agustus 2020, sekarang sudah ada dua season dan akan keluar season terbaru mereka di tahun depan.

Sepakbola Amerika dan Ambisi 2026
Sumber: Apple TV

The Beckham Rule

Liga profesional sepakbola Amerika baru saja dibentuk pada 1996 bernama Major League Soccer (MLS). Jelas mereka kalah tenar dengan olahraga american footbal bernama National Football League yang sudah berdiri sejak 1920.

Namun, MLS juga mempunyai banyak strategi guna mengenalkan lebih jauh sepakbola ini. Tepatnya pada 2007 salah satu tim MLS, LA Galaxy berhasil membujuk dan mendatangkan sang mega bintang sepakbola saat itu, David Beckham pada Januari 2007.

Sepakbola Amerika dan Ambisi 2026
Sumber: Sky Sports

Bujukan LA Galaxy tidak main-main, mereka mengontrak Beckham untuk 5 tahun dan dengan gaji yang lumayan besar untuk saat itu. Jelas hal itu merupakan strategi yang bagus dalam segi marketing MLS kedepan.

Sejak kedatangan Beckham, penjualan jersey seluruh tim di MLS meningkat hingga 700%. Belum lagi kunjungan situs MLS pada bulan pertama kedatangan Beckham meningkat hingga 117%.

Sejak saat itu juga di MLS ada aturan bernama Beckham Rule atau lebih sering kita dengar Designated Player Rule. Di MLS, ada aturan terkait batasan gaji seorang pemain tidak boleh melebihi nilai tertentu.

Namun, aturan Beckham ini membuat setiap tim di MLS boleh melebihi batasan gaji dengan catatan masing-masing klub maksimal tiga pemain. Aturan ini dipakai guna merekrut pemain bintang yang bisa meningkatkan pasar di MLS itu sendiri.

Sejak saat itu, banyak pemain bintang dari Eropa yang datang ke MLS. Sebut saja seperti Thierry Henry, Kaka, David Villa sampai Zlatan Ibrahimovic. Belum lagi yang terbaru ada Chiellini dan Gareth Bale.

Hal ini juga yang kemudian berdampak pada kualitas pemain yang ada di Amerika sehingga mereka bisa bersaing dengan negara lain.

Skuat Muda

Pada Piala Dunia 2022 ini, Amerika menjadi tim dengan rata-rata usia termuda dari seluruh negara yang berlaga di turnamen tersebut setelah Ghana. Amerika mempunyai rerata 25,2 tahun sedang Ghana 24,7 tahun.

Sungguh langkah yang berani bagi Amerika. Pelatih kepala mereka, Greg Berhalter merupakan orang yang sangat berani meregenerasi skuat yang ada saat itu. Sebelumnya bersama dengan Bruce Arena, Amerika banyak dihuni pemain-pemain senior Michael Bradley dan Clint Dempsey yang rerata sudah berkepala tiga.

Dengan datangnya Berhalter, regenerasi menjadi agenda pokok sejak ia ditunjuk menjadi pelatih kepala sejak Desember 2018. Hasilnya, pada Piala Dunia 2022 ini ia membawa banyak pemain muda potensial.

Dari lini belakang, ada nama mencuat seperti Sergiño Dest dan Antonee Robinson. Lini tengah ada Weston McKennie, Yunus Musah dan sang kapten Tyler Adams. Disisi depan ada Christian Pulisic, Gio Reyna dan Tim Weah.

Sepakbola Amerika dan Ambisi 2026
Sumber: FIFA World Cup 2022

Pemanggilan banyak pemain muda ini merupakan agenda besar Amerika guna menyongsong tahun 2026. Pada tahun tersebut, Amerika bersama dengan Meksiko dan Kanada menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.

Pada tahun 2026, pemain-pemain muda yang dibawa saat ini akan menjadi semakin matang lagi dan lebih banyak pengalamannya untuk menghadapi Piala Dunia kedepan. Maka dari itu, pemain-pemain tersebut harus menikmati dan mencari pengalaman sebanyak mungkin di tiap pertandingan pada Piala Dunia 2022 ini.

Amerika tentunya akan mematok target yang lebih tinggi ketika mereka menjadi tuan rumah. Makanya, dalam Piala Dunia kali ini mereka hanya akan mencari sebanyak mungkin pengalaman mereka dengan tidak mematok target tinggi. Tapi paling tidak dengan skuat saat ini mereka bisa menemani Inggris yang difavoritkan melaju ke babak gugur.

Tabik!


Posted

in

,

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *