Halang Rintang Menghadang Bagi Juara Bertahan Piala Dunia

Bagi sebuah negara dalam sepakbola, menjuarai piala dunia merupakan hal yang sangat didambakan semua warga negara. Tentunya hal itu menjadi penegasan bahwasanya negara tersebut merupakan negara terbaik dalam urusan sepakbola internasional.

Akan tetapi, dalam dunia sepakbola khususnya pagelaran empat tahunan sekali, yaitu piala dunia, mempunyai cerita yang menarik dan unik tentang para juara bertahan. Entah ini disebut sebagai mitos belaka atau data akurat itu urusan kalian.

Yang terpenting, ada beberapa cerita menarik dari para juara bertahan piala dunia yang mengalami rintangan begitu sulit, yaitu tidak lolos dalam fase gugur piala dunia edisi selanjutnya.

Berikut, empat negara yang mengalami hal buruk pada edisi piala dunia selanjutnya ketika mereka berhasil merebut juara pada edisi sebelumnya dalam jangka waktu enam piala dunia terakhir.

 Perancis

Pada pagelaran Piala Dunia 1998, Perancis untuk pertama kalinya berhasil menjadi juara piala dunia. Dibabak final, Zidane dkk. berhasil menggulingkan sang favorit juara saat itu, Brazil. Saat itu Brazil dikalahkan dengan skor meyakinkan 0-3 lewat dwi gol Zidane dan satu gol Petit.

Sayangnya, pada edisi selanjutnya yaitu Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang, Perancis gagal total. Setelah hanya mengemas satu poin dari hasil imbang melawan Uruguay 0-0. Sedangkan dua pertandingan lainnya kalah dengan Senegal dan Denmark masing-masing 0-1 dan 2-0.

Halang Rintang Menghadang Bagi Juara Bertahan Piala Dunia
Sumber: www.fifa.com

Italia

Pada Piala Dunia 2006, Italia sukses mengalahkan Perancis lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Tim asuhan Marcello Lippi berangkat ke Jerman dengan beban berat setelah beberapa tim Serie A tersandung kasus Calciopoli.

Pada edisi selanjutnya, 2010 di Afrika Selatan, Italia sebenarnya tergabung dengan grup yang relatif mudah. Saat itu Italia tergabung bersama Paraguay, Slowakia dan Selandia Baru di grup F.

Saat itu Italia terdampar di dasar klasemen akhir setelah hanya mampu mengemas 2 poin dari 3 pertandingan. Seri melawan Paraguay dan Selandia Baru serta kalah melawan Slowakia.

Sungguh, hari itu menjadi mimpi buruk bagi warga Italia setelah edisi sebelumnya mampu menambah bintang emas di logo sepakbola mereka yang terpampang didada.

Halang Rintang Menghadang Bagi Juara Bertahan Piala Dunia
Sumber: www.fifa.com

Spanyol

Tim ini bermain dengan sangat cantik ketika menjuarai Piala Dunia 2010. Bermain dibawah asuhan Vicente Del Bosque, La Furia Roja berhasil menundukan Belanda dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Iniesta pada perpanjangan waktu.

Pada klasemen akhir grup B Piala Dunia 2014 di Brazil, Spanyol seperti kehilangan arah bermainnya setelah hanya mengemas 3 poin dan menempati peringkat ketiga sehingga tidak lolos ke babak gugur.

Saat itu, pada pertandingan pertama Belanda akhirnya bisa membalaskan kekalahan di edisi sebelumnya dengan skor meyakinkan, 1-5 lewat gol ikonik Robin van Persie. Pada pertandingan kedua juga, Spanyol dikalahkan lagi oleh Chili dengan skor 0-2. Spanyol hanya bisa menghibur diri lewat kemenangan melawan Australia 0-3 sudah hanya mampu bertengger diposisi klasemen grup B.

Padahal kalau dilihat sekilas, skuat Spanyol saat itu tidak beda jauh dengan skuat sebelumnya di Piala Dunia 2010. Saat itu core dari Spanyol masihlah dua klub raksasa, Barcelona dan Real Madrid.

Jerman

Jerman merupakan jawara Piala Dunia 2014. Saat itu, tim berjuluk Die Mannschaft berhasil menggulingkan Messi dkk. dengan skor tipis 1-0 melalui gol pemain pengganti, Mario Goetze.

Saat itu, tim asuhan Joachim Low berangkat ke Piala Dunia 2018 di Russia dengan pede. Bagaimana tidak, penjaga gawang masih berdiri kokoh Manuel Neuer. Sektor bek ada duo Boateng-Hummels. Pengatur serangan ada Ozil dan Kross. Belum lagi didepan ada Thomas Muller.

Sayang seribu sayang, tim dengan bertabur bintang tersebut hanya mampu bertengger diposisi terakhir klasemen akhir grup F. Bersama dengan Swedia sebagai juara grup, Meksiko sebagai runner-up dan Korea Selatan diposisi ke tiga.

Pada pertandingan pertama Jerman dikalahkan Meksiko lewat gol tunggal Hirving Lozano. Pada pertandingan kedua menang secara dramatis lewat tendangan bebas Kross di menit akhir melawan Swedia. Sedangkan pada pertandingan terakhir secara mengejutkan dikalahkan oleh Korea Selatan lewat dua gol di menit akhir.

Halang Rintang Menghadang Bagi Juara Bertahan Piala Dunia
Sumber: www.dw.com

———————————————————————————————–

Dari keempat negara tersebut, hanya Brazil yang berhasil menghindari rintangan yang sulit itu. Pada Piala Dunia 2002, Brazil berhasil menjadi jawara kala itu. El Fenomeno Ronaldo berhasil menundukkan Jerman 0-2 melalui dwi golnya tersebut.

Di Piala Dunia 2006, Brazil berhasil menyapu bersih tiga pertandingan di fase grup. Mereka menggulingkan Kroasia, Australia dan Jepang dengan selisih gol 7 banding 1. Di babak 16 besar pun Brazil bisa menang melawan Ghana. Namun, langkah Kaka dkk. terhenti di babak 8 besar oleh Perancis melalui gol tunggal Henry.

Halang Rintang Menghadang Bagi Juara Bertahan Piala Dunia
Sumber: www.fifa.com

Sekarang tinggal kita lihat bagaimana Perancis melenggang di Piala Dunia 2022 ini. Kalau dilihat dari sejarah, Perancis pernah mengalami kutukan ini di 2002. Apakah Perancis bisa mematahkan kutukan ini untuk kedua kalinya setelah Brazil? Atau bahkan Perancis akan mengikuti siklus 20 tahun mereka persis saat Piala Dunia 2002.

Mari kita pantau bersama bagaimana Mbappe dkk. akan sejauh mana melangkah.

Tabik!


Posted

in

,

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *